Kesalahan memakai kompor yang paling sering bikin cepat rusak ada lima: membersihkan dengan bahan abrasif, membiarkan tumpahan dan air masuk ke area pemantik, melepas knob terlalu cepat, mengabaikan selang serta regulator, dan menunda servis sampai kompor benar-benar mati. Semuanya bisa dihindari tanpa alat khusus. Dari pengamatan tim teknisi kami di lapangan, kompor berumur lima tahun yang dirawat rapi sering lebih sehat daripada kompor dua tahun yang dipakai sembarangan. Artikel ini membahas kebiasaan-kebiasaan itu satu per satu, lengkap dengan arahan pabrikan dan data yang bisa Anda cek sendiri, supaya biaya servis tidak membengkak.
Membersihkan Kompor dengan Bahan dan Cara yang Salah
Kebiasaan paling merusak adalah menggosok keras memakai spons kawat atau serbuk penggosok. Pabrikan Gorenje dalam buku petunjuk hob gasnya melarang serbuk penggosok, spons kasar, dan benda tajam, lalu menegaskan, “Never use a steam cleaner for cleaning the appliance.” Artinya, jangan pernah membersihkan kompor dengan pembersih uap (terjemahan bebas). Buku yang sama menyebut bagian burner, yaitu kepala kompor tempat api keluar, tidak boleh dicuci di mesin pencuci piring karena deterjennya bisa menimbulkan korosi.
Satu lagi yang sering terjadi di dapur: tutup burner yang masih panas langsung disiram air dingin. Menurut buku petunjuk itu, pendinginan mendadak dapat merusak enamel, yaitu lapisan porselen pelindung pada tutup burner dan penyangga panci. Tunggu dingin dulu, baru cuci. Untuk permukaan stainless dan kaca, ikuti panduan membersihkan kompor tanam stainless dan kaca agar tidak baret.
Membiarkan Tumpahan dan Membuat Pemantik Basah
Lubang Api Tersumbat Sisa Masakan
Sisa kuah dan minyak yang mengering menyumbat lubang api (burner port), sehingga api mengecil atau tidak merata. Panduan pabrikan Beko tentang api yang berkedip menyarankan lubang api dibersihkan dengan jarum setelah burner dingin, dengan catatan “Take care not to damage or distort the ports.” Maksudnya, hati-hati jangan sampai lubangnya rusak atau berubah bentuk (terjemahan bebas). Dari pengalaman kami, lubang yang melebar karena ditusuk terlalu keras membuat api sulit rata lagi, dan jalan keluarnya biasanya mengganti kepala burner.
Pemantik Terkena Air atau Kotor
Pemantik adalah busi kecil yang memercikkan api. Midea Indonesia mencatat bahwa kepala pemantik yang kotor atau terkena air membuat percikan api lemah sehingga kompor susah menyala. Buku petunjuk Gorenje juga menyarankan memeriksa apakah busi pemantik kotor atau lembap bila burner tidak mau menyala. Jadi saat membilas, jangan siram area burner. Cukup lap lembap lalu keringkan total sebelum tutup burner dipasang kembali.
Tutup Burner Salah Posisi
Setelah dicuci, tutup burner dan kepalanya sering terpasang miring atau tertukar, terutama pada kompor yang burner-nya berbeda ukuran. Beko menekankan bahwa setiap tutup harus berada di kepala yang benar dan duduk rata. Tutup yang miring membuat api berkedip atau tidak merata, dan dalam pengalaman kami pemantiknya juga bisa terus berbunyi klik tanpa hasil.
Melepas Knob Terlalu Cepat dan Memaksa Knob yang Keras
Banyak orang memutar knob ke posisi api lalu langsung melepasnya. Padahal kompor dengan pengaman api punya thermocouple, yaitu sensor logam kecil di dekat api yang menghasilkan arus listrik mini saat terkena panas dan menahan katup gas tetap terbuka. Bila sensor belum cukup panas, katup menutup dan api mati lagi. Buku petunjuk Gorenje menyarankan menahan knob tertekan penuh minimal 3 detik, dan menyebut bahwa bila burner mati setelah menyala, thermocouple perlu dibersihkan atau dikeringkan. Menurut pengamatan kami, penyalaan yang diulang-ulang juga menambah beban pada pemantik dan baterai pengapian.
Sebaliknya, knob yang terasa keras jangan dipaksa memutar dengan tang atau tenaga berlebih karena bisa merusak katup gas. Itu tanda kompor perlu diperiksa teknisi. Titik lemah tiap jenis kompor memang berbeda, dan perbandingan perawatan kompor tanam dan freestanding bisa membantu Anda mengenalinya.
Mengabaikan Selang, Regulator, dan Jenis Gas
Selang dan regulator tersembunyi, jadi paling sering dilupakan. Kontan MomsMoney (13 Agustus 2025) mengutip produsen regulator Destec Indonesia: umur regulator sekitar 3 sampai 5 tahun dalam kondisi ideal, tergantung pabrikannya. Direktur Produksi dan Teknis Destec, Taufikurrahman, menyarankan, “Minimal setiap kali mengganti tabung gas, kita perlu mengecek kondisi fisik regulator dan secara fungsinya.” Tanda lain yang disebut: desis atau bau gas saat kompor mati, kunci regulator yang longgar, atau tabung 3 kg yang biasanya habis sebulan kini habis dalam seminggu. Catatan jujur: Destec menjual regulator, jadi baca ini sebagai pedoman umum, bukan aturan baku. Kami juga tidak yakin ada interval resmi untuk penggantian selang.
Satu hal lagi adalah jenis gas. Beko mengingatkan bahwa hob untuk gas alam tidak akan bekerja benar dengan tabung gas, begitu pula sebaliknya. Karena itu, perpindahan dari LPG ke gas kota sebaiknya ditangani teknisi, bukan sekadar mengganti selang. Bila Anda ragu dengan kondisi selang atau regulator kompor, layanan servis kompor Alwi Teknik biasanya memeriksa pasokan gas, selang, regulator, burner, dan pemantik lebih dulu sebelum menyentuh komponen lain.
Menunda Servis sampai Kompor Benar-Benar Mati
Survei MarkPlus terhadap 500 responden di beberapa kota besar, yang dimuat Kontan MomsMoney (25 September 2022), menemukan 40 persen responden mengganti kompor hanya setelah rusak. Artikel itu menyebut usia ideal kompor sekitar lima tahun bila tidak ada tanda kerusakan. Karena surveinya sudah beberapa tahun, anggap sebagai gambaran kebiasaan, bukan angka terkini. Dari pengalaman kami, tanda yang tidak boleh ditunda adalah api yang sering membesar atau meletup, kompor yang makin sulit menyala, dan bodi atau kaca yang retak. Kompor yang dirawat sejak awal dengan cara merawat kompor tanam agar awet dan aman jarang sampai ke tahap itu.
Tiga Salah Kaprah soal Merawat Kompor
Makin Keras Digosok, Makin Bersih
Salah. Goresan halus justru menjadi tempat minyak menumpuk sehingga kompor cepat kotor lagi. Lunakkan noda dengan kain hangat, jangan dikerok.
Selama Masih Menyala, Kompor Pasti Aman
Belum tentu. Api bisa tetap menyala saat selang mulai aus atau regulator tidak lagi rapat. Desis, bau gas, atau tabung yang cepat habis adalah petunjuk yang tidak boleh diabaikan.
Burner Boleh Dicuci seperti Piring Biasa
Tidak sepenuhnya. Seperti arahan Gorenje di atas, jangan masukkan ke mesin pencuci piring dan jangan siram saat panas. Cuci setelah dingin, lalu keringkan sampai lubang api tidak basah.
Kapan Sebaiknya Berhenti Memperbaiki Sendiri
Berhenti mengutak-atik bila api tetap tidak rata setelah dibersihkan, pemantik tak kunjung berfungsi, knob terasa keras, kaca retak, atau tercium bau gas. Untuk bau gas, tutup keran atau tabung, buka jendela dan pintu, serta jangan menyalakan api atau saklar listrik.