Komponen kompor gas yang paling sering dibahas ada tiga: burner (kepala kompor tempat api keluar), pemantik (pembuat percikan api), dan thermocouple (sensor pengaman yang menutup gas saat api padam). Ketiganya dibantu knob, katup gas, regulator, dan selang. Dari pengalaman tim teknisi kami di lapangan, banyak pemilik kompor baru hafal nama komponen ini setelah kompornya bermasalah, padahal mengenalnya membuat Anda lebih cepat menebak sumber gangguan dan tidak salah membeli suku cadang. Artikel ini menjelaskan fungsi tiap bagian dengan bahasa awam, kesalahpahaman yang sering terjadi, dan tanda kapan sebaiknya memanggil teknisi.
Burner: Tempat Gas dan Udara Bertemu
Burner adalah bagian yang paling terlihat. Gas dari katup mengalir ke dalam burner, bercampur dengan udara, lalu keluar lewat deretan lubang kecil di sekeliling kepala kompor sebagai api. Karena campuran gas dan udara inilah api kompor sehat berwarna biru. Menurut Popmama (22 Mei 2026), “Warna biru ini menunjukkan bahwa gas mendapatkan cukup oksigen untuk terbakar sepenuhnya.”
Burner Cap dan Lubang Api
Burner terdiri dari dasar (base) dan tutup (cap). Tutup yang miring atau tertukar posisinya membuat api tidak merata. Panduan pabrikan Amana menyebut, “Cap must be seated on the burner base to light and perform properly” (tutup harus duduk rata di dasar burner agar menyala dan bekerja dengan baik, terjemahan bebas). Panduan yang sama menyarankan membersihkan lubang tersumbat dengan jarum atau kawat kecil tanpa memperbesar lubangnya. Dari lapangan, lubang yang melebar karena ditusuk terlalu keras justru membuat api liar dan boros gas.
Pemantik: Pemicu Api yang Sering Disalahkan
Pemantik atau igniter bertugas menyalakan gas, bukan mengalirkannya. Midea dalam artikel pemantik kompor gas menulis, “Pemantik kompor gas merupakan komponen yang berfungsi menghasilkan percikan api agar gas bisa menyala.” Jenisnya ada yang manual (ditekan sambil diputar), otomatis (menyala saat knob diputar), dan elektrik yang memakai listrik atau baterai.
Penyebab pemantik gagal biasanya sederhana: kepala pemantik kotor atau basah, baterai habis pada tipe elektrik, atau karat akibat lembap. Itu sebabnya cara membersihkan kompor tanam yang benar selalu menekankan agar area pemantik dilap lembap saja, bukan disiram air.
Thermocouple: Sensor Pengaman yang Jarang Dikenal
Thermocouple adalah sensor panas berbentuk batang logam kecil yang diletakkan di dekat api burner. Saat terkena api, ujungnya menghasilkan tegangan listrik sangat kecil yang menahan katup gas tetap terbuka. Kalau api padam, ujungnya mendingin, tegangan turun, dan katup menutup sehingga gas tidak terus mengalir. Fungsi ini disebut flame failure device atau pengaman kegagalan api.
Jurnal Sensors (2020) di PubMed Central menjelaskan angkanya: pada sekitar 600–700 °C thermocouple menghasilkan kira-kira 15–25 mV, dan tanpa api tegangannya turun di bawah sekitar 1,5 mV. Artikel yang sama menyebut sekitar 4.507 kebakaran rumah di Jepang pada 2007 disebabkan kompor gas, tetapi angka itu dikutip dari sumber lain tanpa menyebut lembaga statistik, jadi anggap sebagai gambaran, bukan data resmi.
Untuk standarnya, EN 125:2022 (EVS) mengatur persyaratan keselamatan dan kinerja perangkat pengawas api termoelektrik untuk tekanan masuk hingga 500 kPa. Standar ini tidak mencakup thermocouple-nya sendiri. Tidak yakin apakah semua kompor di pasaran Indonesia mengikuti EN 125, jadi cek spesifikasi pabrikan.
Komponen Pendukung: Knob, Katup, Regulator, dan Selang
Knob memutar katup gas yang mengatur besar kecilnya api. Regulator menurunkan tekanan dari tabung agar stabil, dan selang menyalurkan gas ke kompor. Bagian-bagian ini jarang terlihat tetapi sangat memengaruhi keselamatan, sehingga perawatan kompor tanam secara rutin sebaiknya mencakup pengecekan selang dari retak dan sambungan dari rembesan.
Usia juga berpengaruh. Kontan MomsMoney (25 September 2022) melaporkan survei MarkPlus terhadap 500 responden: 40 persen mengganti kompor hanya setelah rusak, dan artikel itu menyebut usia ideal kompor sekitar 5 tahun bila tidak ada tanda kerusakan. Data kebakaran Jakarta 2020 yang dikutip artikel tersebut mencatat gas sebagai penyebab 11,96 persen dari 1.505 kasus, namun angka ini hanya untuk Jakarta, bukan nasional.
Tiga Salah Kaprah soal Komponen Kompor
Pemantik Berbunyi Berarti Gas Pasti Keluar
Tidak selalu. Bunyi klik hanya berarti pemantik bekerja. Jika api tidak muncul, penyebabnya bisa regulator, tabung kosong, atau lubang burner tersumbat.
Thermocouple Sama dengan Pemantik
Keduanya berbeda. Pemantik menyalakan api, sedangkan thermocouple menjaga katup tetap terbuka selama api ada. Itu sebabnya kompor sering menyala lalu mati begitu knob dilepas jika thermocouple lemah atau kotor.
Api Kuning Selalu Berarti Kompor Rusak
Tidak selalu, karena minyak atau uap masakan bisa mengubah warna api sementara. Namun jika kuning atau oranye bertahan, disertai jelaga atau panas menurun, lubang burner atau tekanan gas perlu diperiksa.
Tanda Komponen Perlu Diperiksa Teknisi
Beberapa gejala menunjukkan komponen tertentu bermasalah:
- Kompor gas tidak menyala padahal pemantik berbunyi: cek burner, tabung, dan regulator.
- Api menyala lalu padam saat knob dilepas: curiga thermocouple atau katup pengaman.
- Api tidak merata atau berwarna kuning menetap: lubang burner tersumbat atau tutup tidak pas.
- Tercium bau gas: matikan keran, buka ventilasi, jangan menyalakan api atau saklar.
Bila gejala di atas tetap muncul setelah pembersihan, layanan servis kompor Alwi Teknik biasanya memeriksa pasokan gas, selang, regulator, burner, pemantik, dan thermocouple secara berurutan sebelum mengganti suku cadang.